Category Geografi

Mengenal Beragam Siklus Air Berdasarkan Jangka Waktunya

Air merupakan salah satu komponen dalam siklus biogeokimia yang ada di muka bumi. Siklus air merupakan perputaran yang terjadi secara terus menerus melalui tahapan penguapan, kondensasi, adveksi, presipitasi dan perkolasi dari permukaan bumi menuju atmosfer dan kembali lagi ke bumi begitupun seterusnya.

Keberadaan air yang tidak pernah habis karena adanya siklus yang terus berlangsung memiliki manfaat bagi perikehidupan di muka bumi. Beberapa diantaranya sebagai penyeimbang kondisi cuaca yang berubah dan keseimbangan sistem tubuh. Daur air memiliki siklus sesuai jangka waktunya meliputi, jangka pendek, menengah dan panjang.

  1. Siklus jangka pendek

Perputaran air dalam siklus ini memang terbilang paling sederhana dengan proses relatif lebih singkat. Penguapan dan presipitasi seringkali terjadi di wilayah lautan. Hal ini dikarenakan tidak adanya tahapan adveksi berupa pergerakan awan ke daratan yang ditiupkan oleh angin.

 

Tahapan pada siklus ini berlangsung melalui penguapan secara evaporasi di wilayah lautan. Lalu, uap air mengalami kondensasi untuk membentuk awan. Pada proses terbentuknya awan tidak ada tahapan adveksi sehingga partikel es yang terkondensasi mengalami kejenuhan. Selanjutnya, partikel es mengalami perubahan wujud menjadi zat cair karena adanya gesekan udara atmosfer sekaligus pemanasan oleh sinar matahari di tahapan presipitasi. Zat cair yang dikenal sebagai air hujan membasahi sekitar laut di wilayah tersebut.

 

  1. Siklus sedang

Siklus ini merupakan siklus yang seringkali terjadi di Indonesia. Perputaran air mengalami tahapan adveksi karena pengaruh tiupan angin yang menggerakkan awan jenuh ke daratan. Proses ini terus berlangsung dengan penguapan secara transpirasi maupun evaporasi.

 

Tahapan siklus air sedang bermula dari proses penguapan secara evapotranspirasi yaitu, gabungan penguapan antara tumbuhan dengan uap air yang bersumber dari tubuh air baik di daratan maupun lautan. Uap air yang naik ke atmosfer mengalami kondensasi. Selama pembentukan awan, uap air yang berubah menjadi partikel es mengalami adveksi berupa pergerakan awan menuju ke arah daratan yang disebabkan adanya tiupan angin. Setelah itu, partikel es mengalami presipitasi dan jatuh ke bumi menjadi air hujan dan mengalir kembali baik di daratan maupun lautan kembali.

  1. Siklus panjang

Siklus ini memiliki proses yang sama dengan siklus sedang. Perbedaannya adanya sublimasi pada proses penguapan dan pencairan gletser di wilayah gunung es untuk kembali lagi ke lautan.

 

Tahapan pada siklus air panjang mengalami penguapan baik secara evaporasi, transpirasi dan sublimasi. Lalu, uap air mengalami kondensasi dan adveksi menuju ke daratan. Proses presipitasi berubah wujud dalam bentuk partikel es dan pencairan gletser untuk bergerak kembali ke lautan.

Read More